Minggu, 27 Oktober 2013

Nama               : Rani.A. Simbolon
Semester          : V (Lima)
Mata Kuliah    : Tafsir PL III

Sumber Buku : Seri tafsiran alkitab KITAB DANIEl oleh Lynne Newell “SAAT” dan                             KITAB DANIEl pdt.. Dr. Robert. M. Paterson “BPK”

            Sebelum saya akan membahas tafsiran kitab daniel pasal 6 saya akan memberikan gambaran atau latar belakang dari kitab daniel tersebut.
Menurut Dr. Robert .M. Paterson menjelaskan Pribadi Daniel sebagai berikut :
1.      Daniel di dalam kitab Daniel
            Oleh karena di dalam kitab Daniel, diceritakan tentang tokoh Daniel sebagai pahlawan, maka kitab itupun dinamakan “Kitab daniel”. Arti kata Daniel menurut RGG anrata lain adalah “Allah adalah maha kuasa”. Hal ini juga terdapat di dalam tulisan Babilonia, tulisan nabatis dan tulisan polmirenis. Di dalam Alkitab, nama Daniel itu terdapat dalam beberapa nas dan di dalam literatur Ugarit.
            Menurut Daniel 1:1-21 daniel adalah seorang keturunan raja Yehuda, yang atas pemerintah raja Nebukadnezar dari kerajaan Babilonia yang jaya pada waktu itu, di bawa ke dalam istana raja untuk dilatih menjadi pelayanraja nebukadnezar. Kemungkinan daniel turut diangkut sewaktu masa mudanya bersama raja Yoyakim ke Babilonia sebagai tawanan perang. Jadi Daniel mendapat pendidikan di dalam istana pada masa mudanya. Akan tetapi menurut daniel 2:25 Daniel adalah seorang Yahudi (Yuda) yang tidak dikenal di antara banyak orang yahudi yang tertawan di Diaspora barulah sesudah Daniel ini membuka tabir mimpi raja nebukadnezar dengan tepat, maka ia mendapat jabatan terhormat di iatana Raja.
            Karena begitu terkenalnya daniel di dalam istana, maka daniel itu di dalam septuaginta (terjemahan Pl ke Yunani ) digolongkan kepada para Nabi. Walaupun demikian terdapat perbedaan di antara penglihatan Daniel dan nubuatan-nubuatn para nabi perjanjian Lama. Para nabi Pl biasanya menyampaikan antara lain; peringatan-peringatan, ancaman-ancaman dan juga perjanjian keselamatan dan bentuk kotbah atau pemberitaan. Sedang di dalam kitab Daniel kebanyakan terdapat penglihatan atau wahyu atau berupa mimpi, yang hampir semuanya itu tidak pernah berisikan peringatan, ancaman atau perjanjian, melainkan berupa ramalan kejadian masa mendatang berdasarkan kejadian masa lampau yang pengungkapannya sering harus dengan mempergunakan bahasa “sandi” atau “kode” disampaikan kepada pendengarnya. Uraian tentang hubungan antara perbuatan dengan nasib manusia dan pemberitahuan peengungkapan tabir penglihatan yang merupakan tugas dan kegiatan Daniel, sangat berpengaruh di kalangan istana raja Nebukadnezar.
            Selanjutnya dijelaskan bahwa didalam kitab Daniel dinyatakan selaku “yang dikasihi” Allah (Dan 9;€23;10:11,19) dan dengan resmi di akui, bahwa kebijaksanaan yang di miliki daniel sungguh-sungguh berasal dan di Ilhami oleh Allah sendiri (Daniel 4:5;5:14). Ke istimewaan kebijaksanaan Daniel dinyatakan terutama dalam menerjemahkan atau menafsirkan mimpi-mimpi  dan penglihatan-penglihatan.
2.      Siapakah Daniel ?
            Menurut tradisi orang yahudi , daniel ini adalh identik dengan Daniel yang menjadi tokoh utama kitab Daniel. Namun ada pendapat yang lain mengatakan , bahwa Daniel yang disebut dalam buku Yehezkiel adalah seorang yang terpandang dan yang bijaksana, dan seorang yang yang saleh non-Israel (yang bukan Israel) dari zaman sebelum air bah. Besar kemungkinan bahwadaniel ini dalah mertua dari nenek moyang Henokh, yang menurut Yeh14:20 di masukkan ke dalam kelompok Nuh dan Ayub, yang oleh kebenaran mereka hanya menyelamatkan oranglain, baik anak laki-laki maupun anak perempuan mereka; maka daniel disebutkan Yehezkiel adalah seorang yang benar, yang anak-anaknya diselamatkan dari bahaya besar. Namun penentuan Daniel atau pemilihannya menjadi Penubuat (Visioner) yang besar di dalam Pl , juga didasarkan pada karakter buku Daniel itu sendiri.
Untuk itu kita akan melihat tafsiran per ayat dari kitab Daniel untuk memahami isi kitab pasal 6 ini ;
Tafsiran daniel 6:1-25
6:1 à Darius, Orang Media menerima pemerintahan. Mungkin sekali “darius” merupakan gelar yang dipakai Koresy ketika mengalahkan Babel; nama ini bisa juga menjadi nama lain dari Gubaru yang ditunjuk oleh koresy sebagai bawahan dan yang memerintah di Babel beberapa lama sesudah Koresy wafat.
6:4à menempatkan atas seluruh kerajaan. Daniel menjadi tokoh terkemuka diantara tiga pejabat tinggi yang membantu darius dalam memerintah kerajaan. Karena Daniel”mempunyai Roh yang luar biasa” termasuk kepandaian yang luar biasa, maka Raja memberikannya kedudukan baru diatas semua pejabt lainnya. Karena kemurahan Allah maka pada usia 80 tahun pikirannya masih tajam dan kemampuannya belum memudar.
6:6à terhadap Daniel ini kecuali musuh-musuh daniel tidak ada harapan untuk mendakwanya telah berbuat kesalahan; satu-satunya cara untuk menghukum dia adalah menuntut suatu darinya yang mempunyai dukungan pemerintah tetapi bertntangan dengan kesetiaan Daniel kepada allah dan firman-Nya. Strategi yang sama akan dipakai iblis terhadap umat Allah yang setia sementara masa pemerintahan antiKristus pada akhir zaman. Supaya menemukan alasan untuk menuduh umat Allah, anti Kristus akan menciptakan situasi dimana hukum Allah akan bertentangan dengan tuntutan reesmi pemerintah;jadi antikristus akan mendirikan patung dan memerintahkan agar patung ituu disembah sebagai ilah.
6:8àSemua.....telah Bermufakat. Iri hati karena kenaiokan pangkat Daniel, maka para bawahannya berkomplot untuk menjebak Daniel atas kesetiaannya kepada hukum Allahnya. Mereka bermufakat untuk membujuk Darius mengeluarkan ketetapan yang mereka tahu tidak akan ditaati Danil; tindakan ketidaktaatannya itu akan memaksa Raja meenjatuhkan hukuman mati. Kesetiaan Daniel kepadaAllah dan firman-Nya yang kokoh adalah teladan baik bagi semua orang percaya. Kita harus menunjukkan integritas dan melakukan pekerjaan yang unggul bahkan ditengah-tengah situasi yang paling sulit tanpa berkompromi dalam pendirian alkitabiah kita; dengan cara ini Allah akan dihormati.
6:11à Daniel.. Berdoa serta memuji Allah-Nya. Keputusan Raja tidak menyebabkan daniel menjadi gentar sehingga mengubah kebiasaannya berdoa; jendela-jendelanya tetap terbuka ke arah Yerusalem di mana bait suci pernah berdiri. Sekalipun dia menyadari bahayanya, ia tidak membiarkan apapun menghalangi dirinya memanjatkan permohonan-permohonannya kepada Allah. Demikian pula kita tidak boleh membiarkan apapun menyebabkan kita mengabaikan doa dan ibadah kita kepada Allah setiap hari.
6:18à Sebuah Btau dan Dletakkan Pada Mulut Gua itu. Gua singan itu terletak di bawah tanahdengan bagian atasnya terbuka. Sebuah batu besar yang ceper diletakkan diatas lubang itu, dan materai Raja berarti lubang itu tidak boleh dibuka tanpa ijin Raja. Karena integritas Daniel (5) dan Roh yang luar biasa makan Raja sudah mulai mengagumi dan menghormati Allah daniel. Jadi, ketika Raja memenuhi surat ketetapannya, ia menyatakan harapan bahwa Allah akan melepaskannya; mungkin ia telah mendengar kisah tentang Allah yang melepaskan ketiga kawan Daniel dari perapian yang menyala-nyala.
6:24àkarena Ia percaya kepada Allah-Nya. Sekalipun Raja berusaha untuk membesarkan hati daniel untuk mengandalkan Allahnya(17), suaranya pada keesokan hari tidak menunjukkan harapannya bahwa Daniel telah dilepaskan (21); tetapi malaikat Allah telah menutup mulut singa-singa itu terhadap nabi Yang setia, karena itu dia dalam keadaan sehat walaifat. Kelepasan ini mendorong darius untuk bersaksi tentang Kuasa Allah yang lebih besar daripada Kuasa singan 27-28, perhatikan Bahwa nama DANIELà ALLAH adalah hakimku “ terbukti benar dalam pengalamannya sendiri. Ia dibenarkan oleh Tuhan dan dinyatakan benar berhubung dengan halnya memilih kemurnian hukum Allah dan kesetiaannya dalam DOA.
6:25-29à Hukuman terhadap wakil-wakil Raja dan keluarganya mereka yang memfitnah daniel. Dalam peraturan kerajaan, keluarga dihukum karena dihukum karena kejahatan sendiri. Pelajaran yang kitadapat dari kisah ini bahwa cepat atau lambat kejahatan pasti akan terbongkar, karena kebaikan tidak pernah terkalahkan dengan kejahatan. Dan di ayat ini juga ditulis bahwa kemakmuran daniel pada zaman Koresy diangkat Tuhan secara luar biasa. Iman dan kesetiaannya kepada Allah membuat hidupnya terangkat, makmur, dihormati orang dan agama lain.
            Dalam pasal 6 ini terdapat seorang pahlawan yang siap sedia meninggalkan dunia untuk imannya tetapi yang diselamatkan oleh suatu mujizat. Dengan demikian pasal ini mempunyai sifat-sifat yang sama dengan pasal 3, memang merupakan contoh lain dari cerita SYAHID dan melayani tujuan yang sma, yaitu mengingatkan iman para Yahudi yang dianiaya supaya mereka jangan murtad.
            Pada permulaan cerita ini Daniel bukan dianiaya karena Dia beragama Yahudi tetapi karena kecemburuan tehadap dia dari pelayan-pelayan raja yang lain, yaitu gubernur-gubernur propinsi, yang disebut “wakil-wakil raja” dan 2 pejabat tinggi. Daniel melaksanakan tugasnya secara baik sekali ssehingga raja darius bermaksud menganggkat dia menjadi pejabt yang paling tinggi di seluruh kerajaanya, dan pelayan-pelayan lain itu marah karena suksesnya serta namanya yang baik. Mereka tidak mendapat kesalahan dalam kelakuan atau administrasinya, sebab itu mereka harus mendorong raja Darius supaya ia mengeluarkan surat keputusan yang tidak mungkin ditaati Daniel sebagai seorang Yahudi yang setia. Mereka berkumpul di depan raja itu, dan rupa-rupanya raja tidak memperhatikan bahwa daniel tidak hadir.
            Surat keputusan itu memang luar biasa. Sebab dalam seluruh kerajaan tidak ada bukti tentang surat yang menjadikan seorang raja menjadi allah yang satu-satunya yang boleh disembah selama satu bulan. Juga antiokhus Efifanes yang menganggabdirinya sendiri sebagai seorang allah, tidak melarang ibadah terhadap ilah-ilah lain. Sesuai dengan harapan pelayan-pelayan raja, daniel melanggar surat keputusan itu dengan tetap berdoa kepada Allahnya. Dan ia tidak mencari tempat persembunyian, sebaliknya dia berlutut di depan kisi-kisi yang terbuka dalam kamar atasnya. Ketika pelayan berkumpul lagi didepan raja Darius, maka mereka mengingatkan dia dengan sengaja tentang seluk-beluk surat keputusan sebelum mereka menuduh daniel. Dan pastilah darius menginsafi pada kesempatan itu apa yang mereka maksudkan . Dia berusaha keras untuk menyelamatkan daniel dari hukuman, tetapi karena menurut undang-undang orang media dan persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah sehingga usaha itu tidak berhasil. 
            Ketika Daniel dilemparkan kedalam gua singa itu . Darius sangatlah gelisah, terganggu dan di kacaukan. Dengan mengatakan “Allahmu yang kau sembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau (ayat 17)”. Dia menunjuk kepada dasar iman orang israel yang berani itu, tetapi pastilah dia hanya mengucapkan harapan yang samar-samar. Bukan keyakinan keagamaan yang dipegangnya secara tegas. Selama malam itu ia tidak makan dan tidak tidur dan pagi-pagi sekali dia segera pergi ke gua singa untuk memastikan apakah daniel dilindungi oleh Allahnya dan masih hidup.  Keadaan dan sikap Daniel berbeda sekali. Dia bersifat tenang dan mengalami kedamaian rohani. Dalam gua singa itupun ia tetap memuji dan menghormati raja secara halus ayat 22 lalu bersaksi tentang kehadiran serta kuasa Allahnya . karena Allah mengutus malaikat-Nya sehingga daniel tetap aman. Sesudah daniel ditarik dan dianglat dari gua itu dan para pelayan raja yang menuduh dia dihukum dengan hukuman yang mereka rencanakan untuk dia, raja darius mengeluarkan surat keputusan yang melebihi perintah raja Nebukadnezar dalam dan 3:29. Sebab orang-orang bukan hanya dilarang mengucapkan penghinaan terhadap Allah israel, tetapi mereka juga harus menghormati Dia , bahkan takut kepada Dia. Dan Dairus menekankan 3 sifat dari Allah itu yakni :
1.      Dia adalah Allah yang hidup, yang tidak sama seperti berhala-berhala yang mati tetapi yang bertindak untuk umat-Nya. Sifat Tuhan, Allah Israel dinyatakan melalui perbuatan-perbuatannya.
2.      Allah bersifat kekal.
3.      Allah itu menyelamatkan.

Pesan / aplikasi :
Kita sudah melihat bahwa ada banyak hubungan antara pasal 3 dan pasal ini; memang sama seperti sadrakh, mesakh dan Abednego. Daniel menjadi contoh tentang kesetiaan keopada Allah. Dan kita sebagai pembaca di undang mengingat lagi kuasa kesetiaan itu dan cara bagaimana orang setia bersaksi tentang nilai tinggi dari agamanya. Di samping itu, meskipun daniel tidak memperoleh kesempatan untuk menjawab kepada raja Darius sama seperti Sadrakh, mesakh dan Abednego menjawab kepada Nebukadnezar dalam Dan 3:16-18, tetapi ceritera ini juga tidak bisa dipakai sebagai jaminan bahwa Allah selalu akan bertindak secara luarbiasa untuk menghentikan ketidakadilan serta penganiayaan.
            Tetapi ajaran dalam pasal ini bukan ulangan dari pasal 3 saja sebab disebut daniel bedoa, dan Doa merupakan satu unsur kesetiaan. Dalam doa berhubungan secar pribadi dengan Allah yang maha Kuasa. Dan karena hubungan itu tidak dapat dipecahkan olah penguasa duniawi; sehingga doa memberikan kepada kepribadian Daniel ketenangan dan kebebasan yang bertahap tetap juga pada waktu itu dilemparkan ke dalam gua singa. Dia sudah mulai mengambil kemenangan Allah yang akan datang , sebab itu tidak perlu kuatir seakan-akan kemenangan itu tidak akan terjadi. Dan banyak pengalaman orang Kristen pada setiap abad ialah kesetiaan dalam doa menghasilkan pengharapan, kekuatan serta damai di bathin mereka sementara usaha demikian rupa-rupanya mengalami kekalahanbahkan sementara mereka mengalami ketidakadilan atau penganiayaan.  Di pihak lain darius berteman dengan daniel tetapi tidak menjadi gambaran orang yang tidak beriman dan yang tidak berdoayang kuasanya tidak berguna. Dia tidak bebas dan tenang sebaliknya dia gelisah dan terperangkap oleh keputusanya sendiri karena kebodohannya. Memang daniel diselamatkan dari Gua singa itu, tetapi ia adalah hasil tindakan Allah bukan sebagai hasil usaha darius sebagi Raja.
GBU
Selamat
Menteladani Daniel




Tidak ada komentar:

Posting Komentar