Nama :
Rani.A. Simbolon
Semester :
V (Lima)
Mata Kuliah :
Tafsir PL III
Sumber Buku :
Seri tafsiran alkitab KITAB DANIEl oleh Lynne Newell “SAAT” dan KITAB
DANIEl pdt.. Dr. Robert. M. Paterson “BPK”
Sebelum
saya akan membahas tafsiran kitab daniel pasal 6 saya akan memberikan gambaran
atau latar belakang dari kitab daniel tersebut.
Menurut Dr. Robert .M. Paterson menjelaskan Pribadi
Daniel sebagai berikut :
1. Daniel di dalam kitab Daniel
Oleh karena di dalam kitab Daniel, diceritakan tentang
tokoh Daniel sebagai pahlawan, maka kitab itupun dinamakan “Kitab daniel”. Arti
kata Daniel menurut RGG anrata lain adalah “Allah adalah maha kuasa”. Hal ini
juga terdapat di dalam tulisan Babilonia, tulisan nabatis dan tulisan polmirenis.
Di dalam Alkitab, nama Daniel itu terdapat dalam beberapa nas dan di dalam
literatur Ugarit.
Menurut Daniel 1:1-21 daniel adalah seorang keturunan
raja Yehuda, yang atas pemerintah raja Nebukadnezar dari kerajaan Babilonia
yang jaya pada waktu itu, di bawa ke dalam istana raja untuk dilatih menjadi
pelayanraja nebukadnezar. Kemungkinan daniel turut diangkut sewaktu masa
mudanya bersama raja Yoyakim ke Babilonia sebagai tawanan perang. Jadi Daniel
mendapat pendidikan di dalam istana pada masa mudanya. Akan tetapi menurut
daniel 2:25 Daniel adalah seorang Yahudi (Yuda) yang tidak dikenal di antara
banyak orang yahudi yang tertawan di Diaspora barulah sesudah Daniel ini
membuka tabir mimpi raja nebukadnezar dengan tepat, maka ia mendapat jabatan terhormat
di iatana Raja.
Karena begitu terkenalnya daniel di dalam istana, maka
daniel itu di dalam septuaginta (terjemahan Pl ke Yunani ) digolongkan kepada
para Nabi. Walaupun demikian terdapat perbedaan di antara penglihatan Daniel
dan nubuatan-nubuatn para nabi perjanjian Lama. Para nabi Pl biasanya
menyampaikan antara lain; peringatan-peringatan, ancaman-ancaman dan juga
perjanjian keselamatan dan bentuk kotbah atau pemberitaan. Sedang di dalam
kitab Daniel kebanyakan terdapat penglihatan atau wahyu atau berupa mimpi, yang
hampir semuanya itu tidak pernah berisikan peringatan, ancaman atau perjanjian,
melainkan berupa ramalan kejadian masa mendatang berdasarkan kejadian masa
lampau yang pengungkapannya sering harus dengan mempergunakan bahasa “sandi” atau
“kode” disampaikan kepada pendengarnya. Uraian tentang hubungan antara
perbuatan dengan nasib manusia dan pemberitahuan peengungkapan tabir
penglihatan yang merupakan tugas dan kegiatan Daniel, sangat berpengaruh di
kalangan istana raja Nebukadnezar.
Selanjutnya dijelaskan bahwa didalam kitab Daniel
dinyatakan selaku “yang dikasihi” Allah (Dan 9;€23;10:11,19) dan dengan resmi
di akui, bahwa kebijaksanaan yang di miliki daniel sungguh-sungguh berasal dan
di Ilhami oleh Allah sendiri (Daniel 4:5;5:14). Ke istimewaan kebijaksanaan
Daniel dinyatakan terutama dalam menerjemahkan atau menafsirkan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.
2. Siapakah Daniel ?
Menurut tradisi orang yahudi , daniel ini adalh identik
dengan Daniel yang menjadi tokoh utama kitab Daniel. Namun ada pendapat yang
lain mengatakan , bahwa Daniel yang disebut dalam buku Yehezkiel adalah seorang
yang terpandang dan yang bijaksana, dan seorang yang yang saleh non-Israel
(yang bukan Israel) dari zaman sebelum air bah. Besar kemungkinan bahwadaniel
ini dalah mertua dari nenek moyang Henokh, yang menurut Yeh14:20 di masukkan ke
dalam kelompok Nuh dan Ayub, yang oleh kebenaran mereka hanya menyelamatkan
oranglain, baik anak laki-laki maupun anak perempuan mereka; maka daniel
disebutkan Yehezkiel adalah seorang yang benar, yang anak-anaknya diselamatkan
dari bahaya besar. Namun penentuan Daniel atau pemilihannya menjadi Penubuat
(Visioner) yang besar di dalam Pl , juga didasarkan pada karakter buku Daniel
itu sendiri.
Untuk itu kita akan
melihat tafsiran per ayat dari kitab Daniel untuk memahami isi kitab pasal 6
ini ;
Tafsiran
daniel 6:1-25
6:1
à
Darius, Orang Media menerima pemerintahan. Mungkin sekali “darius” merupakan
gelar yang dipakai Koresy ketika mengalahkan Babel; nama ini bisa juga menjadi
nama lain dari Gubaru yang ditunjuk oleh koresy sebagai bawahan dan yang
memerintah di Babel beberapa lama sesudah Koresy wafat.
6:4à
menempatkan
atas seluruh kerajaan. Daniel menjadi tokoh terkemuka diantara tiga pejabat
tinggi yang membantu darius dalam memerintah kerajaan. Karena Daniel”mempunyai
Roh yang luar biasa” termasuk kepandaian yang luar biasa, maka Raja
memberikannya kedudukan baru diatas semua pejabt lainnya. Karena kemurahan
Allah maka pada usia 80 tahun pikirannya masih tajam dan kemampuannya belum
memudar.
6:6à terhadap Daniel ini kecuali musuh-musuh
daniel tidak ada harapan untuk mendakwanya telah berbuat kesalahan;
satu-satunya cara untuk menghukum dia adalah menuntut suatu darinya yang
mempunyai dukungan pemerintah tetapi bertntangan dengan kesetiaan Daniel kepada
allah dan firman-Nya. Strategi yang sama akan dipakai iblis terhadap umat Allah
yang setia sementara masa pemerintahan antiKristus pada akhir zaman. Supaya
menemukan alasan untuk menuduh umat Allah, anti Kristus akan menciptakan
situasi dimana hukum Allah akan bertentangan dengan tuntutan reesmi
pemerintah;jadi antikristus akan mendirikan patung dan memerintahkan agar
patung ituu disembah sebagai ilah.
6:8àSemua.....telah Bermufakat. Iri hati
karena kenaiokan pangkat Daniel, maka para bawahannya berkomplot untuk menjebak
Daniel atas kesetiaannya kepada hukum Allahnya. Mereka bermufakat untuk
membujuk Darius mengeluarkan ketetapan yang mereka tahu tidak akan ditaati
Danil; tindakan ketidaktaatannya itu akan memaksa Raja meenjatuhkan hukuman
mati. Kesetiaan Daniel kepadaAllah dan firman-Nya yang kokoh adalah teladan
baik bagi semua orang percaya. Kita harus menunjukkan integritas dan melakukan
pekerjaan yang unggul bahkan ditengah-tengah situasi yang paling sulit tanpa
berkompromi dalam pendirian alkitabiah kita; dengan cara ini Allah akan
dihormati.
6:11à Daniel.. Berdoa serta memuji Allah-Nya.
Keputusan Raja tidak menyebabkan daniel menjadi gentar sehingga mengubah
kebiasaannya berdoa; jendela-jendelanya tetap terbuka ke arah Yerusalem di mana
bait suci pernah berdiri. Sekalipun dia menyadari bahayanya, ia tidak
membiarkan apapun menghalangi dirinya memanjatkan permohonan-permohonannya
kepada Allah. Demikian pula kita tidak boleh membiarkan apapun menyebabkan kita
mengabaikan doa dan ibadah kita kepada Allah setiap hari.
6:18à Sebuah Btau dan Dletakkan Pada Mulut
Gua itu. Gua singan itu terletak di bawah tanahdengan bagian atasnya terbuka.
Sebuah batu besar yang ceper diletakkan diatas lubang itu, dan materai Raja
berarti lubang itu tidak boleh dibuka tanpa ijin Raja. Karena integritas Daniel
(5) dan Roh yang luar biasa makan Raja sudah mulai mengagumi dan menghormati
Allah daniel. Jadi, ketika Raja memenuhi surat ketetapannya, ia menyatakan
harapan bahwa Allah akan melepaskannya; mungkin ia telah mendengar kisah
tentang Allah yang melepaskan ketiga kawan Daniel dari perapian yang
menyala-nyala.
6:24àkarena
Ia percaya kepada Allah-Nya. Sekalipun Raja berusaha untuk membesarkan hati
daniel untuk mengandalkan Allahnya(17), suaranya pada keesokan hari tidak
menunjukkan harapannya bahwa Daniel telah dilepaskan (21); tetapi malaikat
Allah telah menutup mulut singa-singa itu terhadap nabi Yang setia, karena itu
dia dalam keadaan sehat walaifat. Kelepasan ini mendorong darius untuk bersaksi
tentang Kuasa Allah yang lebih besar daripada Kuasa singan 27-28, perhatikan Bahwa
nama DANIELà
ALLAH adalah hakimku “ terbukti benar dalam pengalamannya sendiri. Ia
dibenarkan oleh Tuhan dan dinyatakan benar berhubung dengan halnya memilih
kemurnian hukum Allah dan kesetiaannya dalam DOA.
6:25-29à Hukuman terhadap wakil-wakil Raja dan
keluarganya mereka yang memfitnah daniel. Dalam peraturan kerajaan, keluarga
dihukum karena dihukum karena kejahatan sendiri. Pelajaran yang kitadapat dari
kisah ini bahwa cepat atau lambat kejahatan pasti akan terbongkar, karena
kebaikan tidak pernah terkalahkan dengan kejahatan. Dan di ayat ini juga
ditulis bahwa kemakmuran daniel pada zaman Koresy diangkat Tuhan secara luar
biasa. Iman dan kesetiaannya kepada Allah membuat hidupnya terangkat, makmur,
dihormati orang dan agama lain.
Dalam pasal 6 ini terdapat seorang pahlawan yang siap
sedia meninggalkan dunia untuk imannya tetapi yang diselamatkan oleh suatu
mujizat. Dengan demikian pasal ini mempunyai sifat-sifat yang sama dengan pasal
3, memang merupakan contoh lain dari cerita SYAHID dan melayani tujuan yang
sma, yaitu mengingatkan iman para Yahudi yang dianiaya supaya mereka jangan
murtad.
Pada permulaan cerita ini Daniel bukan dianiaya karena
Dia beragama Yahudi tetapi karena kecemburuan tehadap dia dari pelayan-pelayan
raja yang lain, yaitu gubernur-gubernur propinsi, yang disebut “wakil-wakil
raja” dan 2 pejabat tinggi. Daniel melaksanakan tugasnya secara baik sekali
ssehingga raja darius bermaksud menganggkat dia menjadi pejabt yang paling
tinggi di seluruh kerajaanya, dan pelayan-pelayan lain itu marah karena
suksesnya serta namanya yang baik. Mereka tidak mendapat kesalahan dalam
kelakuan atau administrasinya, sebab itu mereka harus mendorong raja Darius
supaya ia mengeluarkan surat keputusan yang tidak mungkin ditaati Daniel
sebagai seorang Yahudi yang setia. Mereka berkumpul di depan raja itu, dan
rupa-rupanya raja tidak memperhatikan bahwa daniel tidak hadir.
Surat keputusan itu memang luar biasa. Sebab dalam
seluruh kerajaan tidak ada bukti tentang surat yang menjadikan seorang raja menjadi
allah yang satu-satunya yang boleh disembah selama satu bulan. Juga antiokhus
Efifanes yang menganggabdirinya sendiri sebagai seorang allah, tidak melarang
ibadah terhadap ilah-ilah lain. Sesuai dengan harapan pelayan-pelayan raja,
daniel melanggar surat keputusan itu dengan tetap berdoa kepada Allahnya. Dan
ia tidak mencari tempat persembunyian, sebaliknya dia berlutut di depan
kisi-kisi yang terbuka dalam kamar atasnya. Ketika pelayan berkumpul lagi
didepan raja Darius, maka mereka mengingatkan dia dengan sengaja tentang
seluk-beluk surat keputusan sebelum mereka menuduh daniel. Dan pastilah darius
menginsafi pada kesempatan itu apa yang mereka maksudkan . Dia berusaha keras
untuk menyelamatkan daniel dari hukuman, tetapi karena menurut undang-undang
orang media dan persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja
yang dapat diubah sehingga usaha itu tidak berhasil.
Ketika Daniel dilemparkan kedalam gua singa itu . Darius
sangatlah gelisah, terganggu dan di kacaukan. Dengan mengatakan “Allahmu yang
kau sembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau (ayat 17)”. Dia
menunjuk kepada dasar iman orang israel yang berani itu, tetapi pastilah dia
hanya mengucapkan harapan yang samar-samar. Bukan keyakinan keagamaan yang
dipegangnya secara tegas. Selama malam itu ia tidak makan dan tidak tidur dan
pagi-pagi sekali dia segera pergi ke gua singa untuk memastikan apakah daniel
dilindungi oleh Allahnya dan masih hidup.
Keadaan dan sikap Daniel berbeda sekali. Dia bersifat tenang dan mengalami
kedamaian rohani. Dalam gua singa itupun ia tetap memuji dan menghormati raja
secara halus ayat 22 lalu bersaksi tentang kehadiran serta kuasa Allahnya .
karena Allah mengutus malaikat-Nya sehingga daniel tetap aman. Sesudah daniel
ditarik dan dianglat dari gua itu dan para pelayan raja yang menuduh dia
dihukum dengan hukuman yang mereka rencanakan untuk dia, raja darius
mengeluarkan surat keputusan yang melebihi perintah raja Nebukadnezar dalam dan
3:29. Sebab orang-orang bukan hanya dilarang mengucapkan penghinaan terhadap
Allah israel, tetapi mereka juga harus menghormati Dia , bahkan takut kepada
Dia. Dan Dairus menekankan 3 sifat dari Allah itu yakni :
1.
Dia adalah Allah yang hidup, yang tidak
sama seperti berhala-berhala yang mati tetapi yang bertindak untuk umat-Nya.
Sifat Tuhan, Allah Israel dinyatakan melalui perbuatan-perbuatannya.
2.
Allah bersifat kekal.
3.
Allah itu menyelamatkan.
Pesan / aplikasi :
Kita sudah melihat bahwa ada banyak hubungan antara
pasal 3 dan pasal ini; memang sama seperti sadrakh, mesakh dan Abednego. Daniel
menjadi contoh tentang kesetiaan keopada Allah. Dan kita sebagai pembaca di
undang mengingat lagi kuasa kesetiaan itu dan cara bagaimana orang setia
bersaksi tentang nilai tinggi dari agamanya. Di samping itu, meskipun daniel
tidak memperoleh kesempatan untuk menjawab kepada raja Darius sama seperti
Sadrakh, mesakh dan Abednego menjawab kepada Nebukadnezar dalam Dan 3:16-18,
tetapi ceritera ini juga tidak bisa dipakai sebagai jaminan bahwa Allah selalu
akan bertindak secara luarbiasa untuk menghentikan ketidakadilan serta
penganiayaan.
Tetapi
ajaran dalam pasal ini bukan ulangan dari pasal 3 saja sebab disebut daniel
bedoa, dan Doa merupakan satu unsur kesetiaan. Dalam doa berhubungan secar
pribadi dengan Allah yang maha Kuasa. Dan karena hubungan itu tidak dapat
dipecahkan olah penguasa duniawi; sehingga doa memberikan kepada kepribadian
Daniel ketenangan dan kebebasan yang bertahap tetap juga pada waktu itu
dilemparkan ke dalam gua singa. Dia sudah mulai mengambil kemenangan Allah yang
akan datang , sebab itu tidak perlu kuatir seakan-akan kemenangan itu tidak
akan terjadi. Dan banyak pengalaman orang Kristen pada setiap abad ialah
kesetiaan dalam doa menghasilkan pengharapan, kekuatan serta damai di bathin
mereka sementara usaha demikian rupa-rupanya mengalami kekalahanbahkan
sementara mereka mengalami ketidakadilan atau penganiayaan. Di pihak lain darius berteman dengan daniel
tetapi tidak menjadi gambaran orang yang tidak beriman dan yang tidak
berdoayang kuasanya tidak berguna. Dia tidak bebas dan tenang sebaliknya dia
gelisah dan terperangkap oleh keputusanya sendiri karena kebodohannya. Memang
daniel diselamatkan dari Gua singa itu, tetapi ia adalah hasil tindakan Allah
bukan sebagai hasil usaha darius sebagi Raja.
GBU
Selamat
Menteladani Daniel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar